Plastik Berbayar, Why not?

ylki-kantong-plastik-berbayarAda yang berbeda dari suasana di minimarket dan di supermarket di Indonesia. Suatu pagi seorang pemuda rantuan dari Desa datang ke mini market di lingkungan kostnya untuk membeli sebungkus mie instan, namun sesampai dikasir pemuda ini heran, karena tidak seperti biasanya pemuda ini harus membayar lebih untuk membeli kantong Plastik. Ada apa ini?

Kebijakan kantong plastik berbayar yang mulai diuji cobakan penerapannya oleh Pemerintah pada 21 Februari 2016, disebut mulai memperlihatkan hasil. Namun, ada ancaman bencana lebih besar yang masih belum terelakkan dengan itu. Didapati setiap orang rata-rata mengeluarkan uang Rp 140.000 hanya untuk membayar kantong plastik, bila kebiasaan penggunaan kantong tersebut tak berubah. Kalaupun nominal itu dianggap tak seberapa, tumpukan sampah dari kantong plastik yang tak bisa cepat terurai di alam akan menjadi ancaman lebih besar bagi kehidupan dan ekosistem. Terlebih lagi, lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia semakin terbatas. Tumpukan tinggi dari sampah yang tak cepat terurai seperti plastik bakal menggunung dan rawan menjadi penyebab bencana tersendiri. Bahaya lanjutan yang mengancam adalah ditemukan banyak sampah plastik di laut. Penelitian Jenna R Jambeck dan kawan-kawan pada 2015 membuktikan, Indonesia ternyata menjadi penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua setelah China. WAOOW.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s