Apakah Pemimpin Idaman Bangsa Indonesia Mampu Bersifat Adil?

1425671452318582026            Jika kita berbicara tentang apa sih kepemimpinan itu, maka akan muncul banyak definisinya. Masing-masing pakar memiliki definisi tentang kepemimpinan itu sendiri. Namun, jika diambil secara garis besar, maka kepemimpinan adalah keahlian yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu demi mencapai kepentingan suatu kelompok atau organisasi. Menjadi seorang pimpinan tidak semudah yang kita bayangkan, butuh kesabaran, ketulusan, ketelitian, punya jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab yang tinggi.

            Bagaimanakah seorang pemimpin yang adil? Dalam dunia kepemimpinan saat ini sangat sulit mendefinisikan bagaimana seorang pemimpin yang adil. Jika kita lihat dalam realita kepemerintahan di Indonesia tentu saja hanya ada segelintir pemimpin yang adil. Bahkan menurut saya Presiden Jokowi yang selalu di dambakan masyarakat bangsa Indonesia pun belum bisa adil di proses kepemimpinannya. Seperti kita lihat ke dalam kasus yang Reklamasi Teluk Benoa yang sudah jelas di tolak oleh masyrakat Bali namun Presiden kita tidak bisa bersikap adil dalam menyikapi penolakan ini dan seakan diam dan dibungkam. Belum lagi Presiden Jokowi yang masih diikat oleh partai politik yang di nauinginya. Bagaimana bisa adil dengan rakyat apabila dalam parlemen saja Bliau belum bisa adil? Begitu juga dengan pemimpin masa kini yaitu Gubernur DKI Jakarta yang sering disebut AHOK. Faktanya dalam kepemimpinannya masih banyak hal yang dirasa tidak adil bagi masyarakat. Bisa dilihat dilihat ketika AHOK menggusur pemukiman kumuh dan itu sangat memberatkan masyarakat yang terkena dampak langsung.

Semua orang bisa menjadi pemimpin. Namun, tidak semua orang mampu menjadi pemimpin yang adil. Sebab, pemimpin yang adil merupakan pemimpin yang didambakan oleh rakyatnya. Pemimpin yang adillah yang akan mampu membimbing dan memberi dampak baik kepada orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang adil dan bijaksana hanya akan memihak kepada kebenaran dan dia selalu bersikap proporsional, tidak membedakan orang berdasarkan keturunan, suku dan golongannya. Dampak dari keputusan seorang pemimpin akan sangat besar implikasinya pada anggota yang dipimpinnya. Jika keputusannya tepat maka kebaikan akan merata kepada anggotanya, tetapi jika keliru maka anggotanya akan banyak menanggung derita karenanya. Oleh karena itu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang adil. Adil dalam artian menempatkan sesuatu pada tempatnya, mendahulukan kepentingan umum atau kelompok daripada kepentingan pribadi. pemimpin adil bukan hanya adil dalam pribadi, namun mampu menggerakkan roda kehidupan bersama sesuai besar dan luasnya wilayah tanggung jawab pemimpin. Adil juga berarti tidak sewenang-wenang dalam mengambil keputusan.

Kita tentu berharap bahwa pemimpin-pemimpin kita merupakan pemimpin yang adil. Pemimpin yang demokratis dan memberikan keadilan bagi rakyatnya. Pemimpin yang dicintai rakyatnya, orang yang memberi semangat, motivasi, dan inspirasi kepada yang dipimpin, dan orang yang mempunyai visi ke depan yang dapat dimengerti orang banyak dan bermanfaat bagi orang banyak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s